Ratahan - Pemanfaatan Dana Desa tidak hanya diarahkan untuk pembangunan infrastruktur, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi desa yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan monitoring pemanfaatan Dana Desa di Desa Tolumbukan, Kecamatan Pasan, Kabupaten Minahasa Tenggara, melalui kunjungan bersama Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten serta Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) pada usaha Pertashop yang dikelola oleh BUMDesa Rajawali Tolumbukan.
Usaha Pertashop tersebut berawal dari hasil kesepakatan melalui musyawarah desa dan selanjutnya dituangkan dalam APBDesa Tahun 2023. Dengan pendampingan oleh TAPM Kabupaten dan PD/PLD dalam pengurusan kerjasama dan perijinan dengan Pertamina, akhirnya dengan memanfaatkan Dana Desa sebesar Rp.70.000.000, BUMDesa Rajawali mulai mengembangkan usaha penyaluran bahan bakar minyak (BBM) melalui kerja sama dengan Pertamina.
Pemilihan lokasi menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan usaha ini. Pertashop berada pada lokasi yang strategis dan mudah dijangkau masyarakat, sehingga sejak mulai beroperasi pada tahun 2023, kebutuhan BBM masyarakat terus menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi.Dalam perkembangannya, Pertashop BUMDesa Rajawali Tolumbukan saat ini mampu menyuplai rata-rata 2.000–3.000 liter BBM per minggu. Aktivitas usaha tersebut juga membuka lapangan kerja bagi dua orang tenaga kerja dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan desa. Pada tahun sebelumnya, usaha BUMDesa ini tercatat memberikan Pendapatan Asli Desa (PADes) sekitar Rp35 juta. Capaian tersebut menunjukkan bagaimana keputusan yang lahir dari musyawarah desa dapat berkembang menjadi kegiatan usaha yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjadi salah satu sumber pendapatan bagi desa.
Direktur BUMDesa Rajawali Tolumbukan, Deisy Sembel, yang turut mendampingi kegiatan monitoring, menjelaskan bahwa Pertashop bukan satu-satunya kegiatan usaha yang dijalankan BUMDesa. Selain usaha penyaluran BBM, BUMDesa juga mengelola kegiatan simpan pinjam yang masih aktif hingga saat ini. Keberadaan beberapa unit usaha tersebut menjadi bagian dari upaya BUMDesa dalam mengembangkan sumber-sumber pendapatan dan memberikan layanan ekonomi kepada masyarakat desa.
Kunjungan monitoring ini menjadi bagian penting untuk melihat secara langsung bagaimana pemanfaatan Dana Desa yang direncanakan melalui musyawarah desa dapat berkembang menjadi aset dan kegiatan ekonomi produktif. Pengalaman BUMDesa Rajawali Tolumbukan memperlihatkan bahwa keberhasilan usaha desa tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga oleh ketepatan membaca kebutuhan masyarakat, pemilihan lokasi yang strategis, pengelolaan usaha, kemitraan, serta konsistensi dalam mengembangkan unit usaha.
Dari Tolumbukan, sebuah pelajaran penting muncul: Dana Desa dapat menjadi titik awal, tetapi keberlanjutan manfaatnya sangat ditentukan oleh kemampuan desa mengubah modal menjadi usaha yang produktif, dikelola secara profesional, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta desa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar