Manado, 1 April 2026 – Upaya penguatan perlindungan dan pemberdayaan pekerja migran terus dilakukan melalui kolaborasi lintas pihak. Pada hari ini, Koordinator Provinsi (Korprov) Defri Supit bersama Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Provinsi, Johan Manoppo, melaksanakan koordinasi dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Utara di Manado.
Kegiatan koordinasi ini difasilitasi sebagai bagian dari pendampingan terhadap proses dan tahapan penetapan Desa Migran Emas di Provinsi Sulawesi Utara. Program Desa Migran Emas merupakan salah satu inisiatif strategis dalam meningkatkan kualitas tata kelola migrasi, perlindungan pekerja migran, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai aspek penting terkait kesiapan desa, mekanisme pendampingan, serta sinergi program antara pemerintah desa dan daerah serta BP3MI. Fokus utama adalah memastikan bahwa desa-desa yang diusulkan mampu memenuhi indikator Desa Migran Emas, sekaligus memiliki kapasitas dalam menangani persoalan pekerja migran secara berkelanjutan.
Adapun lokus Desa Migran Emas di Sulawesi Utara saat ini berada di Kabupaten Minahasa, yang mencakup tiga desa, yaitu:
- Desa Kiawa Dua, Kecamatan Kawangkoan Utara
- Desa Toliang, Kecamatan Kakas
- Desa Walantakan, Kecamatan Langowan Utara
Ketiga desa tersebut dinilai memiliki potensi serta kebutuhan untuk mendapatkan pendampingan intensif dalam pengelolaan migrasi tenaga kerja, mulai dari tahap pra-keberangkatan, masa bekerja, hingga purna penempatan.
Melalui kolaborasi yang dibangun bersama BP3MI, diharapkan pendampingan terhadap desa-desa ini dapat berjalan lebih optimal. Sinergi ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat perlindungan pekerja migran Indonesia, khususnya di tingkat desa sebagai garda terdepan.
Korprov Defri Supit menyampaikan bahwa kerja sama ini penting untuk memastikan bahwa setiap desa memiliki pemahaman dan sistem yang memadai dalam menangani isu migrasi. Sementara itu, TAPM Provinsi Johan Manoppo menekankan pentingnya keberlanjutan program melalui keterlibatan aktif pemerintah desa dan masyarakat.
Ke depan, kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya Desa Migran Emas yang tidak hanya unggul dalam tata kelola pekerja migran, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Dengan langkah bersama ini, Sulawesi Utara menunjukkan komitmennya dalam menciptakan ekosistem migran yang aman, tertib, dan berkelanjutan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar