Wilayah Kepulauan Siau Tagulandang dan Biaro termasuk kategori daerah 3T yang menghadapi keterbatasan akses, khususnya jaringan internet. Kondisi ini menyulitkan masyarakat dalam memperoleh informasi secara digital, serta berdampak luas terhadap kinerja pemerintah desa, sektor pendidikan, pelaku usaha, dan masyarakat secara umum dalam memenuhi berbagai kebutuhan layanan dan informasi.
Situasi tersebut, seperti yang terjadi di Desa Laghaeng dengan jumlah penduduk 574 jiwa, menjadi perhatian utama dalam proses perencanaan pembangunan desa. Melalui pendampingan aktif dari Pendamping Desa yang berperan mengawal seluruh tahapan—mulai dari identifikasi masalah, musyawarah desa, penyusunan hingga penetapan RKP Desa Tahun 2025—masyarakat bersama pemerintah desa berhasil merumuskan kebutuhan prioritas berupa penyediaan jaringan internet.
Hasil dari proses perencanaan yang partisipatif tersebut kemudian diimplementasikan melalui penganggaran Dana Desa Tahun 2025 untuk pemasangan jaringan internet “Starlink” di 7 titik dengan total anggaran sebesar Rp97.170.000. Pendamping Desa juga turut memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai rencana, tepat sasaran, dan akuntabel.
Dampaknya, saat ini masyarakat telah dapat menikmati akses internet yang dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan pemerintah desa, mendukung kegiatan pendidikan, serta membuka peluang ekonomi baru. Bahkan, melalui pengelolaan unit usaha desa, layanan penjualan voucher internet mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADesa)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar